"AL MUTA'ADI"
Dalam sebuah kaidah fiqh disebutkan: “al Muta’addi afdhal min al Qashmr”.(Amal ibadah yang membawa efek lebih luas lebih utama daripada amal ibadah yang membawa efek terbatas).
Al Ghazali dalam Bidayahtul Hidayah mengungkapkan : “al Naf’ul muta’addi a’zham min al naf’il qashir” (ibadah yang memberi manfa’at yang menyebar lebih utama daripada ibadah yang membawa manfa’at kepada diri sendiri).
Terhadap hal ini Abu Ishak al Syirazi dan Imam al Haramain mengatakan bahwa orang yang melaksanakan kewajiban kolektif (fardhu kifayah) akan memiliki nilai lebih dibandingkan orang yang melaksanakan kewajiban individual (fardhu ‘ain) karena kewajiban kolektif dapat membebaskan kesulitan orang banyak.
Belajar lebih utama daripada solat sunah...
Bekerja utk bersedekah lebih utama daripada bertahanus utk ibadah sunah...
Berinfak pembangunan Gedung PD rifaiyah lebih utama daripada berinfak konsumtif...
Dan yang paling lebih utama bisa melaksanakan semuanya "Al hal wal murtahal"...
#HIDUPKU RIFAIYAHKU
JAN 17 TAUHID DALAM BUKU- BUKU TERJEMAHAN KARANGAN K.H.A.RIFA’I DARI KALISALAK TAUHID DALAM BUKU- BUKU TERJEMAHAN KARANGAN K.H.A.RIFA’I DARI KALISALAK Makalah Seminar Nasional, dengan beberapa editing OLEH: ABU ROYHAN AL- FIRDAUSI, H.KHAERUDDIN. PENGANTAR Lothorp Stoddart dalam bukunya : The New World of Islam menyatakan bahwa kondisi umat Islam pada abad ke 18 sangatlah memprihatinkan. Mereka sebagian besar terjerumus dalam gelimang takhayul dan mistik kekanak- kanakan. Keadaan ini tidak terkecuali terjadi di Hindia Belanda (Indonesia) pada waktu itu. Seorang sarjana Belanda yang bernama C.Poensen dalam bukunya : Brieven over der Islam Uit de Binnen Landen van Java, Leiden : Brill 1886, juga membuat pernyataan yang hampir sama dengan pernyataan Lothorp Stoddart, khususnya umat Islam di Hindia Belanda, yaitu bahwa dalam hal kepercayaan, orang Jawa pada saat itu tidak bisa disebut sebagai orang Islam. Keadaan inilah yang membuat prihatin Assyaikh.H.A.Rifai dari Kalisalak, L...
Komentar
Posting Komentar