Kenapa tikus dikatakan sebagai hewan kecil yang fasiq? "Dahulu di suatu malam ketika Rasulullah bangun dari tidurnya, terdapat tikus yang mengambil sumbu untuk membakar rumah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian beliau bergegas dan membunuhnya, karena itulah beliau menghalalkan membunuh hewan tersebut bagi orang yang halal (bukan orang yang sedang ihrom) dan orang yang sedang melaksanakan ihram". #Imam_Qastholani_syarah_Bukhori #hal169_vol9 👈 ارشاد الساري شرح البخاري ١٦٩/٩ ﻭﻓﻲ ﺣﺪﻳﺚ ﻳﺰﻳﺪ ﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﻧﻌﻴﻢ ﻋﻨﺪ اﻟﻄﺤﺎﻭﻱ ﺃﻧﻪ ﺳﺄﻝ ﺃﺑﺎ ﺳﻌﻴﺪ اﻟﺨﺪﺭﻱ: ﻟَﻢ ﺳﻤﻴﺖ اﻝﻓﺄﺭﺓ اﻟﻔﻮﻳﺴﻘﺔ؟ ﻗﺎﻝ: اﺳﺘﻴﻘﻆ اﻟﻨﺒﻲ -ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ- ﺫاﺕ ﻟﻴﻠﺔ ﻭﻗﺪ ﺃﺧﺬﺕ ﻓﺄﺭﺓ ﻓﺘﻴﻠﺔ ﻟﺘﺤﺮﻕ ﻋﻠﻰ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ -ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ- اﻟﺒﻴﺖ ﻓﻘﺎﻡ ﺇﻟﻴﻬﺎ ﻭﻗﺘﻠﻬﺎ ﻭﺃﺣﻞّ ﻗﺘﻠﻬﺎ ﻟﻠﺤﻼﻝ ﻭاﻟﻤﺤﺮﻡ.
Postingan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Antara Imam Sufyan Tsauri dan Imam Sufyan bin Uyainah ===================== Sudah hampir dua tahun saya kebingungan ketika membedakan antara Sufyan Tsauri dan Sufyan Ibnu Uyainah. Banyak sekali periwayatan hadits yang hanya menyebutkan nama Sufyan saja tanpa menyebutkan Tsauri ataupun Ibnu Uyainah. Padahal di dalam ummahatul kutub al haditsiyah terdapat riwayat keduanya mulai kutub jami', sunan, musnad sampai Mustadrok. Hampir bisa dipastikan terdapat riwayat dari keduanya. Pernah juga saya tanyakan kepada guru saya ketika ngaji kitab at Targhib wat Tarhib karya Imam al Mundziri dengan metode qiro'ah 'ala syeh. Beliau hanya menuturkan bahwa di dalam membedakan antara keduanya harus mengetahui guru dan murid masing-masing dari keduanya baru bisa menghukumi secara dhon bahwa Sufyan yang dikehendaki itu adalah Tsauri ataupun bin Uyainah. Ketika itu saya hanya bisa batin "waduh kok susah sekali..., padahal beliau ini adalah rawi hadits yang sangat kondang, setingkat sye...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Judule Prustasi Golek Dalel Ora Ketemu-temu =============== Hukum ijtihadi akan terbentuk dengan sempurna setelah melewati proses tawazun (pertimbangan dengan segala kemungkinan) dan tarajuh (memilih opsi yang paling unggul berdasarkan dalil). Untuk melakukan proses ijtihadi seorang harus mampu menghadirkan banyak sekali modal yang berupa malakah (kemampuan dasar) dan penguasaan di berbagai bidang ilmu. Ilmu tersebut bukan hanya sekedar faham ataupun hafal di dalam setiap bidangnya, tetapi yang menjadi prioritas adalah sebuah penguasaanya. Tafsir+ulumut tafsir, hadits+ulumul hadits, mukhtalaf+mujma' fiqh, ulumul lughah, dan berbagai persyaratan lain yang telah dibahas tuntas di dalam fan ushul fiqh. Kemudian jika modal yang sangat besar diatas telah terpenuhi pada diri seorang, maka dia baru mendapatkan izin untuk melakukan ijtihad. Implementasi dari ijtihad itu sendiri harus dikaitkan dengan keadaan dan zaman dimana persoalan akan dibahas secara tuntas sesuai maslahah yang ada,...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
JAN 17 TAUHID DALAM BUKU- BUKU TERJEMAHAN KARANGAN K.H.A.RIFA’I DARI KALISALAK TAUHID DALAM BUKU- BUKU TERJEMAHAN KARANGAN K.H.A.RIFA’I DARI KALISALAK Makalah Seminar Nasional, dengan beberapa editing OLEH: ABU ROYHAN AL- FIRDAUSI, H.KHAERUDDIN. PENGANTAR Lothorp Stoddart dalam bukunya : The New World of Islam menyatakan bahwa kondisi umat Islam pada abad ke 18 sangatlah memprihatinkan. Mereka sebagian besar terjerumus dalam gelimang takhayul dan mistik kekanak- kanakan. Keadaan ini tidak terkecuali terjadi di Hindia Belanda (Indonesia) pada waktu itu. Seorang sarjana Belanda yang bernama C.Poensen dalam bukunya : Brieven over der Islam Uit de Binnen Landen van Java, Leiden : Brill 1886, juga membuat pernyataan yang hampir sama dengan pernyataan Lothorp Stoddart, khususnya umat Islam di Hindia Belanda, yaitu bahwa dalam hal kepercayaan, orang Jawa pada saat itu tidak bisa disebut sebagai orang Islam. Keadaan inilah yang membuat prihatin Assyaikh.H.A.Rifai dari Kalisalak, L...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
PUPUH V S I N O M Wahuta Mas Kaji Pinang, wantu ngulama taruni, wantering tyas tur waskita, sembada kawignyan wasis, ing kitab wus binangkit, dhasar putra ngulama gung, dupi miyarsa jawab, Kaji Ripangi tan yekti, krura mangkrak bangun kautamanira. Mentheleng amalang kadhak, sarwi lathine kumitir, netra rekta pari sura, netepken surbanireki, amingkis kang kulambi, maju nengah denya lungguh, sarwi ngadhep setrilam, nyandhak suratnya Ripangi, ngadhepaken Ki Ripangi kang micara. Sami kagyat pra ngulama, tanapi para priyayi, andulu Mas Kaji Pinang, sinawang kelangkung runtik, solah ganggas respati, tan mantra lamun tekabur, kadya Bali atmaja, angantep Dasamuka ji, solah ganggas ulat galak lon tembungnya. Heh Kaji Ripangi sira, paran karsanta kang pesthi, prakara kang dadi karya, sebane para ngulami, amusawarah ngelmi, kang dadi ing penemumu, tan metu saking kitab, amung akalmu pribadi, Ki Ripangi sumaur wengis akeras. Dangu awawan wicara, bangun angrok silih ukih, nimpuna angadu yasa, ...